Tampilkan postingan dengan label kisah inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah inspiratif. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Mei 2012

Malaikat kecilku tolong ajarkan kami tentang kasih

Istriku berkata kepada aku yang sedang baca Koran, "berapa lama lagi
kamu baca Koran itu? Tolong kamu ke sini Dan Bantu anak perempuanmu
tersayang untuk makan."

Aku taruh Koran Dan melihat anak perempuanku satu2nya,namanya Sindu
tampak ketakutan air matanya mengalir. Di depannya Ada semangkuk nasi
berisi nasi susu asam/yogurt (nasi khas India /curd rice). Sindu anak yang
manis Dan termasuk pintar dalam usianya yang baru 8 tahun dia sangat
tidak suka makan curd rice ini. Ibu Dan istriku masih kuno mereka
percaya sekali kalau makan curd rice Ada "cooling effect".
Aku mengambil mangkok Dan berkata, "Sindu sayang, demi ayah, maukah
kamu makan beberapa sendok curd rice ini? Kalau tidak ,nanti ibumu akan
teriak2 sama ayah."

Aku bisa merasakan istriku cemberut dibelakang punggungku.
Tangis Sindu mereda Dan IA menghapus air Mata dengan tangannya Dan berkata, "boleh ayah akan aku makan curd rice ini tidak hanya beberapa
sendok, tapi semuanya akan aku habiskan, tapi aku akan minta..." agak ragu2
sejenak... "...akan minta sesuatu sama ayah bila habis semua nasinya.
Apakah ayah mau berjanji memenuhi permintaan Ku?"

Aku menjawab, "Oh pasti sayang".

Sindu tanya sekali lagi, "betul ayah?"

"Yah pasti.." sambil menggenggam tangan anakku yang kemerah mudaan Dan
lembut sebagai tanda setuju.

Sindu juga mendesak ibunya untuk janji hal yang sama,istriku menepuk tangan Sindu yang merengek sambil berkata tanpa emosi, "janji" kata istriku. Aku sedikit khawatir Dan berkata: "Sindu jangan minta komputer atau barang2 lain yang Mahal yah, karena ayah saat ini tidak punya uang."
Sindu menjawab, "jangan khawatir, Sindu tidak minta barang2 Mahal kok."

Kemudian Sindu dengan perlahan-lahan Dan kelihatannya sangat menderita
dia bertekad menghabiskan semua nasi susu asam itu. Dalam hatiku aku marah
sama istri Dan ibuku yang memaksa Sindu untuk makan sesuatu yang tidak disukainya. Setelah Sindu melewati penderitaannya dia mendekatiku dengan Mata penuh harap Dan semua perhatian (aku ,istriku Dan juga ibuku) tertuju kepadanya.

Ternyata Sindu mau kepalanya digundulin pada Hari Minggu.

Istriku spontan berkata, "permintaan Gila, anak perempuan dibotakin,tidak mungkin!" Juga ibuku menggerutu jangan terjadi dalam keluarga Kita, dia terlalu banyak nonton TV. Dan program2 TV itu sudah merusak kebudayaan Kita. Aku coba membujuk: "Sindu kenapa kamu tidak minta hal yang lain kami semua akan sedih melihatmu botak." Tapi Sindu tetap dengan pilihannya, "tidak Ada 'yah, tak Ada keinginan lain," kata Sindu.

Aku coba memohon kepada Sindu, "tolonglah kenapa kamu tidak mencoba untuk mengerti perasaan kami."

Sindu dengan menangis berkata, "ayah sudah melihat bagaimana menderitanya aku menghabiskan nasi susu asam itu Dan ayah sudah berjanji untuk memenuhi permintaan aku kenapa ayah sekarang mau menarik perkataan Ayah sendiri? Bukankah Ayah sudah mengajarkan pelajaran moral, bahwa Kita harus memenuhi janji Kita terhadap seseorang apapun yang terjadi seperti Raja Harishchandra (raja India jaman dahulu kala ) untuk memenuhi
janjinya raja real memberikan tahta, kekuasaannya, bahkan nyawa anaknya
sendiri."

Sekarang aku memutuskan untuk memenuhi permintaan anakku, "janji Kita
harus ditepati." Secara serentak istri Dan ibuku berkata, "apakah aku sudah Gila?"

"Tidak," jawabku, "kalau Kita menjilat ludah sendiri, dia tidak akan pernah belajar bagaimana menghargai dirinya sendiri."

"Sindu permintaanmu akan kami penuhi."

Dengan kepala botak, wajah Sindu nampak bundar Dan matanya besar Dan bagus. Hari Senin aku mengantarnya ke sekolah, sekilas aku melihat Sindu botak berjalan ke kelasnya Dan melambaikan tangan kepadaku sambil tersenyum aku membalas lambaian tangannya. Tiba2 seorang anak laki2 keluar dari Mobil sambil berteriak, "Sindu tolong tunggu saya." yang mengejutkanku ternyata kepala anak laki2 itu botak aku berpikir mungkin "botak" model jaman sekarang.

Tanpa memperkenalkan dirinya seorang wanita keluar dari Mobil Dan berkata, "anak anda,Sindu benar2 hebat. Anak laki2 yang jalan bersama-sama dia sekarang, Harish adalah anak saya, dia menderita kanker leukemia."
Wanita itu berhenti berkata-kata, sejenak aku melihat air matanya mulai
melelh dipipinya " bulan lalu Harish tidak masuk sekolah,karena chemo therapy kepalanya menjadi botak jadi dia tidak mau pergi kesekolah takut diejek oleh teman2 sekelasnya. Nah, Minggu lalu Sindu datang ke rumah Dan berjanji kepada anak saya untuk mengatasi ejekan yang mungkin terjadi.
Hanya saya betul2 tidak menyangka kalau Sindu mau mengorbankan rambutnya yang indah untuk anakku Harish. Tuan Dan istri tuan sungguh diberkati Tuhan mempunyai anak perempuan yang berhati mulia."

Aku berdiri terpaku Dan tidak terasa air mataku meleleh. Malaikat
kecilku tolong ajarkanku tentang arti sebuah kasih.

Read more »

Jumat, 06 April 2012

cinta 100 hari

huuh, lama ga nge blogger, aku mau bagi kisah bwat sobat2 smua nih, kisah ini saya nemu dari blog temen, tapi sebelom baca kisah ini, sbaiknya dengerin musik nya "yiruma-kiss the rain" coba cari di youtube,..
sambil dengerin yiruma, , yuk kita baca kisah ini...:

Cinta 100 Hari..!!


Peter dan Tina

Peter dan Tina sedang duduk bersama di taman kampus tanpa melakukan apapun, hanya memandang langit sementara sahabat-sahabat mereka sedang asik bercanda ria dengan kekasih mereka masing-masing.

Tina: "Duh bosen banget. Aku harap aku juga punya pacar yang bisa berbagi waktu denganku."
Peter: "Kayaknya cuma tinggal kita berdua deh yang jomblo. Cuma kita berdua saja yang tidak punya pasangan sekarang."

keduanya mengeluh dan berdiam beberapa saat..

Tina: "Kayaknya aku ada ide bagus deh. Kita adakan permainan yuk?"
Peter: "Eh? Permainan apaan?"
Tina: "Eng... Gampang sih permainannya. Kamu jadi pacarku dan aku jadi pacarmu tapi hanya untuk 100 hari saja. Gimana menurutmu?"

Peter: "Baiklah.... Lagian aku juga gada rencana apa-apa untuk beberapa bulan ke depan."
Tina: "Kok kayaknya kamu gak terlalu niat ya... Semangat dong! Hari ini akan jadi hari pertama kita kencan. Mau jalan-jalan kemana nih?"

Peter: "Gimana kalo kita nonton saja? Kalo gak salah film The Troy lagi maen deh. Katanya film itu bagus"
Tina: "OK dech.... Yuk kita pergi sekarang. Tar pulang nonton kita ke karaoke ya...
Ajak aja adik kamu sama pacarnya biar seru."
Peter: "Boleh juga..."

Mereka pun pergi nonton, berkaraoke dan Peter mengantarkan Tina pulang malam harinya..

Hari ke 2:
Peter dan Tina menghabiskan waktu untuk ngobrol dan bercanda di kafe, suasana kafe yang remang-remang dan alunan musik yang syahdu membawa hati mereka pada situasi yang romantis. Sebelum pulang Peter membeli sebuah kalung perak berliontin bintang untuk Tina.

Hari ke 3:
Mereka pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari kado untuk seorang sahabat Peter.
Setelah lelah berkeliling pusat perbelanjaan, mereka memutuskan membeli sebuah miniatur mobil mini. Setelah itu mereka beristirahat duduk di foodcourt, makan satu potong kue dan satu gelas jus berdua dan mulai berpegangan tangan untuk pertama kalinya.

Hari ke 7:
Bermain bowling dengan teman-teman Peter. Tangan tina terasa sakit karena tidak pernah bermain bowling sebelumnya. Peter memijit-mijit tangan Tina dengan lembut.

Hari ke 25:
Peter mengajak Tina makan malam di Ancol Bay . Bulan sudah menampakan diri, langit yang cerah menghamparkan ribuan bintang dalam pelukannya. Mereka duduk menunggu makanan, sambil menikmati suara desir angin berpadu dengan suara gelombang bergulung di pantai. Sekali lagi Tina memandang langit, dan melihat bintang jatuh. Dia mengucapkan suatu permintaan dalam hatinya.

Hari ke 41:
Peter berulang tahun. Tina membuatkan kue ulang tahun untuk Peter. Bukan kue buatannya yang pertama, tapi kasih sayang yang mulai timbul dalam hatinya membuat kue buatannya itu menjadi yang terbaik. Peter terharu menerima kue itu, dan dia mengucapkan suatu harapan saat meniup lilin ulang tahunnya.

Hari ke 67:
Menghabiskan waktu di Dufan. Naik halilintar, makan es krim bersama,dan mengunjungi stand permainan. Peter menghadiahkan sebuah boneka teddy bear untuk Tina, dan Tina membelikan sebuah pulpen untuk Peter.

Hari ke 72:
Pergi Ke PRJ. Melihat meriahnya pameran lampion dari negeri China.. Tina penasaran untuk mengunjungi salah satu tenda peramal. Sang peramal hanya mengatakan "Hargai waktumu bersamanya mulai sekarang", kemudian peramal itu meneteskan air mata.

Hari ke 84:
Peter mengusulkan agar mereka refreshing ke pantai. Pantai Anyer sangat sepi karena bukan waktunya liburan bagi orang lain. Mereka melepaskan sandal dan berjalan sepanjang pantai sambil berpegangan tangan, merasakan lembutnya pasir dan dinginnya air laut menghempas kaki mereka. Matahari terbenam, dan mereka berpelukan seakan tidak ingin berpisah lagi.

Hari ke 99:
Peter memutuskan agar mereka menjalani hari ini dengan santai dan sederhana. Mereka berkeliling kota dan akhirnya duduk di sebuah taman kota.

15:20
Tina: "Aku haus.. Istirahat dulu yuk sebentar."
Peter: "Tunggu disini, aku beli minuman dulu. Aku mau teh botol saja. Kamu mau minum apa?"
Tina: "Aku saja yang beli. Kamu kan capek sudah menyetir keliling kota hari ini. Sebentar ya"

Peter mengangguk. Kakinya memang pegal sekali karena dimana-mana Jakarta selalu macet.

15:30
Peter sudah menunggu selama 10 menit and Tina belum kembali juga. Tiba-tiba seseorang yang tak dikenal berlari menghampirinya dengan wajah panik.

Peter: "Ada apa pak?"
Orang asing: "Ada seorang perempuan ditabrak mobil. Kayaknya perempuan itu adalah temanmu"

Peter segera berlari bersama dengan orang asing itu. Disana, di atas aspal yang panas terjemur terik matahari siang,tergeletak tubuh Tina bersimbah darah, masih memegang botol minumannya.
Peter segera melarikan mobilnya membawa Tina ke rumah sakit terdekat.

Peter duduk diluar ruang gawat darurat selama 8 jam 10 menit. Seorang dokter keluar dengan wajah penuh penyesalan.

23:53
Dokter: "Maaf, tapi kami sudah mencoba melakukan yang terbaik. Dia masih bernafas sekarang tapi Yang kuasa akan segera menjemput. Kami menemukan surat ini dalam kantung bajunya."

Dokter memberikan surat yang terkena percikan darah kepada Peter dan dia segera masuk ke dalam kamar rawat untuk melihat Tina. Wajahnya pucat tetapi terlihat damai.
Peter duduk disamping pembaringan tina dan menggenggam tangan Tina dengan erat.
Untuk pertama kali dalam hidupnya Peter merasakan torehan luka yang sangat dalam di hatinya.

Butiran air mata mengalir dari kedua belah matanya. Kemudian dia mulai membaca surat yang telah ditulis Tina untuknya.


Dear Peter...
Ke 100 hari kita sudah hampir berakhir.
Aku menikmati hari-hari yang kulalui bersamamu.
Walaupun kadang-kadang kamu jutek dan tidak bisa ditebak, tapi semua hal ini telah membawa kebahagiaan dalam hidupku.
Aku sudah menyadari bahwa kau adalah pria yang berharga dalam hidupku.
Aku menyesal tidak pernah berusaha untuk mengenalmu lebih dalam lagi sebelumnya.

Sekarang aku tidak meminta apa-apa, hanya berharap kita bisa memperpanjang hari-hari kebersamaan kita. Sama seperti yang kuucapkan pada bintang jatuh malam itu di pantai,

Aku ingin kau menjadi cinta sejati dalam hidupku. Aku ingin menjadi kekasihmu selamanya dan berharap kau juga bisa berada disisiku seumur hidupku. Peter, aku sangat sayang padamu.

23:58
Peter: "Tina, apakah kau tahu harapan apa yang kuucapkan dalam hati saat meniup lilin ulang tahunku? Aku pun berdoa agar Tuhan mengijinkan kita bersama-sama selamanya..

Tina, kau tidak bisa meninggalkanku! Hari yang kita lalui baru berjumlah 99 hari!
Kamu harus bangun dan kita akan melewati puluhan ribu hari bersama-sama!
Aku juga sayang padamu, Tina. Jangan tinggalkan aku, jangan biarkan aku kesepian!
Tina, Aku sayang kamu...!"

Jam dinding berdentang 12 kali.... Jantung Tina berhenti berdetak. Hari itu adalah hari ke 100...

Katakan perasaanmu pada orang yang kau sayangi sebelum terlambat.
Kau tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok.
Kau tidak akan pernah tahu siapa yang akan meninggalkanmu dan tidak akan pernah kembali lagi.
SELESAI ,

gimana kisahnya?, buat saya pribadi sangat menginspirasi, gimana pendapat sobat blogger?
plis coment dbawah...^^

Read more »

Jumat, 02 Maret 2012

Renungan Tentang Waktu



Bayangkan, ada sebuah bank yang memberi Anda uang
sejumlah $ 86.400
 setiap paginya. Semua uang itu dapat Anda gunakan (tidak lebih).
Pada malam hari, bank akan menghapus sisa uang yang tidak Anda gunakan selama sehari.
Coba tebak, apa yang akan Anda lakukan???
Tentu saja, menghabiskan semua uang pinjaman itu.

Siapapun dari kita, memiliki bank semacam itu, bernama WAKTU. Setiap pagi, ia akan memberi Anda 86.400 detik.
Dan pada malam harinya, ia akan menghapus sisa waktu yang tidak Anda gunakan untuk tujuan baik. Karena ia tidak memberikan sisa waktunya pada Anda. Ia juga tidak memberikan waktu tambahan.

Setiap hari, ia akan membuka satu rekening baru untuk Anda. Setiap malam, ia akan menghanguskan yang tersisa.
Jika Anda tidak menggunakannya, maka kerugian akan menimpa Anda.
Anda tidak bisa menariknya kembali. Juga, Anda tidak bisa meminta "uang muka" untuk keesokan hari.

Anda harus hidup di dalam simpanan hari ini!
Maka dari itu, investasikanlah untuk kesehatan, kebahagiaan, dan kesuksesan Anda.
Jam terus berdetak.
Gunakan waktu Anda sebaik-baiknya.

- Agar tahu pentingnya waktu SETAHUN, tanyakan pada murid yang gagal naik kelas.
- Agar tahu pentingnya waktu SEBULAN, tanyakan pada ibu yang melahirkan bayi prematur.
- Agar tahu pentingnya waktu SEMINGGU, tanyakan pada editor majalah mingguan.
- Agar tahu pentingnya waktu SEJAM, tanyakan pada kekasih yang menunggu untuk bertemu.
- Agar tahu pentingnya waktu SEMENIT, tanyakan pada orang yang ketinggalan pesawat terbang.
- Agar tahu pentingnya waktu SEDETIK, tanyakan pada orang yang baru saja terhindar dari kecelakaan.
- Agar tahu pentingnya waktu SEMILIDETIK, tanyakan pada peraih medali perak Olimpiade.




sumber:MT5 forum

Read more »

Rabu, 15 Februari 2012

I Belive I Can Fly

"apa yang anda raih dengan menggapai tujuan tidaklah sepenting dari apa yang akan terjadi nanti setelah mencapai tujuan anda. untuk menjadi pemenang, itulah alasan anda dilahirkan."zig ziglar





Dikisahkan ada seokor induk ayam berjalan di sebuah ladang. Tanpa disengaja induk ayam itu menemukan sebutir telur yang berada di tepi akar pohon. tanpa berpikir panjang, induk ayam tersebut membawanya lalu meletakannya bersamaan dengan telur-telurnya yang sedang ia erami. Suatu ketika, telur-telur itu pun menetas dan tumbuh menjadi anak- anak ayam. namun, saat  induk ayam melihat kedalamkumoulan anak-anaknya itu, ia mendapati ada yang berbeda diantara anak-anak yang lain. dalam hati induk ayam itu berkata,"oh... ternyata anak burung merpati". induk ayam mengasihi anak merpati itu seperti anaknya sendiri. anak merpati itu dilindungi diberimakan dan dididik seperti layaknya anak-anak ayam yang lain. anak merpati tumbuh dengan habit sebagaimana anak ayam. suatu ketika, intuk ayam mengajak anak mertpati itu berjalan berdua ke suatu danau yang berair tenang. mereka berdua meminum air yang terasa segar sekali. kemudian induk ayam berkata,"anakku, sekarang adalah saat yang tepat untuk berkata tentang semuanya". anak merpati itu tersentak kaget,"ada apa, ibu?", ucapnya.
"anakku kamu adalah seekor merpati, kamu bukanlah ayam seperti aku dan saudaramu itu yang selalu bersamamu dari kecil. ibu merawatmu dari kecil karena suatu ketika ibu berjalan dan menemukan telur yang kemudian iu erami dan menetasla kamu.". anak merpati itu pun menangis haru mendengar cerita dari si induk ayam. kemudian induk ayang melanjutkan."kita dilahirkan berbeda jenis, namun untuk mengasihi sesama tidak mengenal batas. ibu mengasihimu, maka dari itu ibu mengatakan yang sebenarnya kepadamu agar kamu tahu jati dirimu yang sebenarnya.". kemudian si induk ayam merangkul anak merpati itu untuk berkaca pada air danau yang tenang."lihatlah anakku, kita berbeda". sambil berjalan kearah cahaya matahari, induk ayam berkata,"lihatlah juga bayangan tubuh kita ini. kamu adalah merpati yang mampu terbang tiadk seperti kami". "sekarang pergilah anakku. bergabunglah bersama kawananmu merpati yang lain. kamu bisa terbang kemanapun kamu mau dan jadilah merpati  yang berguna bagi sesama. ingatlah. ibu selalu mengasihimu dan kami terbuka menerimamu kembali sebagai merpati." ucap induk ayam dengan menangis. "Ibu terima kasih telah merawat, menjaga, memberi makan, dan mendidikku. berat bagiku untuk meninggalkanmu ibu, tapi aku harus pergi agar aku mampu menjadi seekor merpati seutuhnya. aku pasti kembali. doa ibu selalu aku harapkan", ucapnya sambil menangis haru, kemudian terbang pergi bersama merpati lain.


kerapkali perjalanan kehidupan kita seperti apa yang dilukiskan pada kisah ini. tekadang kita harus berpisah denganorang-orang yang kita ksihi orangtua, kakak, adik, dan sebagainya demi meraih impian untuk membanggakan mereka. karena tidak ada jalan lain yang akan menjadikan kita hebat jika kita tidak tegas dan bertekad untuk berjuang dan menahan rindu meski harus berpisah dengan orang yang kita kasihi. rasa kasih itu bukan berarti kita harus selalu bersama. kasih itu adalah melakukan sesuatu demi mereka, dengan menahan berbagai rasa pedih walau harus meninggalkan mereka. namun ingatlah, meninggalkan bukan berarti untuk selamannya, melainkan untuk kembali meraih mimpi demi mebanggakan mereka.
karena induk ayam mengasihi anak merpati itu, ia menceritakan apa yang sebenarnya. memang pedih, namun jauh lebih pedih jika sampai anak merpati itu tidak menyadari bahwa dirinya adalah seekor merpati yang mampu terbang. demikian juga kita sebagai manusia. kita bisa ditegur oleh siapapun. teguran kehidupan itu adalah demi kebaikan kita. sukses itu tidak mudah namun akan lebih tidak mudah lagi jika kita tidak sukses. untuk itu terbanglah sebagaimana merpati dan kembalilah dengan meraih impian untuk orang yang kita kasihi. 

Read more »

Sabtu, 11 Februari 2012

Sebuah Cerita tentang keikhlasan


Disuatu malam seorang ayah membacakan cerita untuk anak perempuannya. Setelah membacakan cerita, si ayah bertanya kepada anaknya.."Nak, apa kamu sayang Papa?"Si anak menjawab, "Tentu saja aku sayang Papa".Ayahnya tersenyum lalu bertanya, "Kalau begitu, boleh Papa minta kalungmu?"Lalu si anak menjawab, "Papa, aku sayang Papa tapi aku juga sayang sama kalung ini."Lalu ayahnya berkata, "Ya sudah, tidak apa-apa. Papa hanya bertanya saja." Si ayah lalu pergi. Di malam berikutnya selama 3 hari berturut-turut ayahnya menanyakan hal yang sama dan si anak pun menjawab dengan kata-kata yang sama. Si anak berpikir sambil memegang kalung imitasi kesayangannya itu, "Kenapa tiba-tiba Papa mau kalung ini? Ini kalung yang paling aku sayangi, kalung ini pun pemberian Papa juga." Malam berikutnya sang ayah menanyakan hal yang sama, lalu si anak berkata,"Papa, Papa tahu aku sayang sama Papa dan juga kalung ini. Tapi kalau Papa mau kalung ini, ya sudah aku berikan ke Papa". Si anak memberikan kalungnya dan ayahnya mengambilnya dengan tangan kiri. Lalu ayahnyamemasukan tangan kanan ke saku kanan dan mengambil kalung berbentuk sama namun emasnya asli.Ayahnya mengenakannya pada leher anaknya. "Anakku, sebetulnya kalung ini sudah ada di saku Papa sejak pertama kali Papa meminta kalungmu.Tapi Papa menunggu kamu memberikan sendiri kalungmu itu dan Papa gantikan dengan yang lebih baik dan indah." Si anak menangis terharu.

Sebuah ilustrasi buat kita, bahwa sering kali kita merasa Allah memperlakukan tidak adil kepada kita. Dia yang memberikan tapi kenapa Dia juga yang mengambilnya. Kita selalu sakit hati, sedih dan kecewa.Tapi tidakkah kita tahu, disaat Allah mengambil sesuatu yang berharga dari kita.Ternyata Allah punya rencana lain. Dia mau menggantikan yg "LEBIH BAIK" lagi dari apa yg sudah kita miliki sekarang ?? Semuanya akan indah pada waktunya seperti halnya kaktus yang bunganya begitu indah ketika masanya datang.

Jadi Terimalah apapun yang kita terima (Bersabar)
Berilah apa yang harus kita berikan (Beramal)
Kembalikanlah apa yang diminta oleh Allah (ikhlas)
Dan tetaplah bersyukur maka rejekimu akan diberikan berlipat ganda.


sumber:forum.vivanews.com

Read more »

Minggu, 22 Januari 2012

cara keluar dari kebiasaan buruk

berikut kisah yang akan menginspirasi kita semua:

Ini kisah si "Aku" yang menarik untuk disimak:
Hari 1
Aku berjalan menyusuri jalan dan di pinggir jalan terdapat sebuah lubang yang dalam. Karena si Aku tidak memperhatikannya, terjatuhlah dia ke dalamnya. Butuh waktu yang sangat lama dan perjuangan keras untuk keluar dari lubang itu. Kata si Aku, itu memang kesalahannya.
Hari 2
Aku berjalan lagi di jalan yang sama. Sekali lagi, si Aku terjatuh di lubang yang sama. Si Aku masih butuh waktu sangat lama untuk keluar dari lubang itu. Tapi kata si Aku, itu bukan kesalahannya.
Hari 3
Aku berjalan di jalan yang sama. Lagi-lagi si Aku terjatuh di lubang itu. Kejadian ini menjadi suatu kebiasaan. Kata si Aku, itu kesalahannya. Tapi, si Aku bisa keluar dalam waktu singkat.
Hari 4
Aku masih berjalan di jalan yang sama. Kali ini, si Aku melihat lubang yang dalam itu di pinggir jalan. Si Aku pun berjalan memutarinya.
Hari 5
Aku berjalan melewati jalanan yang berbeda.
Jika direnungkan baik-baik, bukankah kebanyakan dari kita seperti si Aku ini? Suatu kesalahan, apa pun itu bentuk dan rupanya, bisa kita lakukan berkali-kali hingga hal itu menjadi kebiasaan buruk. Setelah "terjatuh" untuk kesekian kalinya, barulah kita berusaha keras mengubah perilaku kita.
Andaikan kita sudah menyadari sungguh-sungguh kesalahan kita ketika kita pertama kali melakukan kesalahan itu, tentunya kita tidak akan membuang-buang waktu, tenaga, dan pikiran kita. Pastinya juga seluruh waktu, tenaga, dan pikiran bisa kita alihkan untuk melakukan kegiatan lain yang lebih bermanfaat.
Mari, kita sadari setiap melakukan kesalahan untuk pertama kalinya, agar di kemudian hari kesalahan yang sama tidak berulang.

"mempertahankan kebiasaan buruk adalah seperti terjebak diatas semen basah, semakin lama kita berdiri diatasnya maka akan semakin sulit untuk melepaskannya, dan jika lepaspun masih mennimbulkan bekas yang agak sulit untuk diperbaiki"

dari cerita diatas kita sudah tau dan bisa merenungkan cara untuk menghilangkan kebiasaan buruk tersebut,...ya!!.. hanya dengan niat,

sumber:andriewongso

Read more »